Figure of Speech type
She sells seashells (dia menjual kerang laut)
Peter Piper picked a peck of pickled peppers (Peter Piper
memetik sedikit acad paprika)
Black bug bit a big black bear. (serangga hitam menggigit
seekor beruang hitam besar)
Sheep should sleep in a shed. (domba harus tidur di kandang)
2. Metaphor
Metaphor is a figure of speech which usually contains a figure of speech in which words or phrases applied to an object cannot be taken literally.
(Metaphor adalah majas yang biasanya mengandung kiasan di mana kata atau frasa yang diterapkan pada suatu objek tidak dapat diartikan secara harfiah.)
Metaphor describes something as if it were something else as a parable, but still has the same meaning.
(Metaphor menggambarkan sesuatu seolah-seolah hal itu adalah sesuatu yang lain sebagai sebuah perumpamaan, namun tetap memiliki arti yang sama.)
Example methapor:
Time is money (waktu adalah uang)
Heart of stone (hati yang terbuat dari batu)
She’s a night owl (dia adalah burung hantu malam)
Life is a rollercoaster (hidup itu seperti sebuah
rollercoaster)
3. Onomatopoeia
the figure above is a figure of speech that phonetically imitates, resembles, or voices the sound it describes.
(Figure of speech di atas merupakan sebuah majas kata yang secara fonetik meniru, menyerupai, atau menyuarakan suara yang dideskripsikannya.)
You can usually find this onomatopoeia in comic books when the creator tries to describe a sound from an object.
(Onomatopoeia ini biasanya bisa kalian temui pada buku komik ketika sang pembuat berusaha untuk mendeskripsikan sebuah suara dari suatu benda.)
For example, when you see a picture in a comic that shows a shooting scene, you will understand that at that time a shooting scene was taking place when reading the onomatopoeia “DOR!”.
(Contohnya, ketika kalian melihat gambar di komik yang menampilkan adegan baku tembak, kalian akan paham bahwa saat itu sedang terjadi adegan saling menembak ketika membaca onomatopoeia “DOR!”.)
Example onomatopoeia:
Click
Buzz
Splat
Whoosh
4. Personification
Personification is a figure of speech that seems to give life to inanimate objects. You do this by describing these objects as doing something like humans.
(Personification adalah sebuah figure of speech yang seolah
memberikan nyawa pada benda mati. Caranya dengan mendeskripsikan benda tersebut
melakukan sesuatu layaknya seperti manusia.)
This figure of speech gives a picture as if the inanimate object is alive and does activities that are usually done by living things such as dancing, nodding, roaring and so on.
(Majas ini memberikan sebuah gambaran seolah benda mati tersebut hidup dan melakukan aktifitas yang biasa dilakukan mahluk hidup seperti, menari, mengangguk, mengaung dan sebagainya.)
Example of personification:
the grass danced (rumput yang menari)
the wind howled (angin yang menderu)
the thunder grumbled (guntur yang menggerutu)
the fog crept in (kabut yang merayap masuk)
5. Simile
Simile is a figure of speech which is used to compare something. Simile usually describes a person or thing as something similar to someone or something else.
(Simile adalah sebuah majas yang biasa digunakan untuk membandingkan sesuatu. Simile biasanya menggambarkan seseorang atau sesuatu sebagai hal yang serupa dengan seseorang atau sesuatu yang lain.)
Simile is characterized by using words such as, like, similar to, as, or as…. US.
(Simile memiliki ciri khas dengan menggunakan kata seperti,
like, similar to, as, atau as…. As.)
Example simile:
Eats like a pig (makan seperti babi)
As wise as an owl (sama bijaksananya seperti burung hantu)
As blind as a bat (sama butanya seperti kelelawar)
Example hyperbole:
I could do this forever. (aku bisa melakukan ini selamanya)
that must have cost a billion dollar (itu pasti seharga
miliaran dolar)
everybody knows that. (semua orang tahu itu)
7. Anaphora
Anaphora is a figure of speech that has the characteristic of repeating a sequence of words at the beginning of an adjacent clause, thus giving an emphasis to the sentence.
(Anaphora adalah sebuah majas yang memiliki ciri khas dengan melakukan pengulangan pada urutan kata di awal klausa yang berdekatan, sehingga memberi sebuah penekanan pada kalimat tersebut.)
Anaphora is commonly used in writing rhymes, poetry or speech to make it sound more rhyming.
(Anaphora biasa digunakan pada penulisan sajak, puisi atau
pidato agar terdengar lebih berima.)
Example anaphora:
I came, I saw, I conquered. – Julius Caesar (aku
datang, aku melihat, aku menaklukan)
Mad world! Mad kings! Mad composition! – King John II,
William Shakespeare (dunia yang gila! Raja yang gila! Perpaduan yang gila!)
8. Assonance
Assonance is a figure of speech which has a characteristic in which the repetition of a similar vowel sound occurs in two or more words that are adjacent to each other in a line of poetry or prose.
(Assonance adalah sebuah figure of speech yang memiliki ciri di mana pengulangan suara vokal yang serupa terjadi dalam dua kata atau lebih yang berdekatan satu sama lain dalam satu baris puisi atau prosa.)
Assonance most often refers to the repetition of an internal vowel sound in words that don't end the same.
(Assonance paling sering mengacu pada pengulangan suara vokal
internal dalam kata-kata yang tidak berakhir sama.)
For example, "he fells asleep under the cherry tree". The phrase has an assonance that emphasizes the repetition of the long vowel "e", even though the vowel in the word does not end in perfect rhyme.
(Misalnya, “he fells asleep under the cherry tree“. Dalam frasa tersebut terdapat assonance yang menonjolkan pengulangan vokal panjang “e”, walaupun vokal dalam kata tersebut tidak berakhir dengan rima sempurnah.)
Example assonance:
motion of the ocean (pergerakan lautan)
chips and dip (keripik dan saus)
dumb luck (keberuntungan)
Example synecdoche:
New wheels (roda baru) merujuk pada mobil baru
the white house (gedung putih) merujuk pada pemerintahan
amerika serikat.
10. Metonymy
Metonymy is a figure of speech in which something is called a new name which is related to its meaning or the original concept.
(Metonymy adalah suatu majas dimana sesuatu disebut dengan nama baru yang berkaitan artinya dengan hal atau konsep aslinya.)
The purpose of this figure of speech is a style of language that uses a word to express something else because it has very close kinship.
(Maksud dari majas ini adalah sebuah gaya bahasa yang
menggunakan sebuah kata untuk menyatakan hal lainnya karena memiliki
kekerabatan yang sangat dekat.)
Example metonymy:
the crown (crown) refers to a nobleman
(the crown (mahkota) merujuk pada seorang bangsawan)
(the new york time. Usually the name of a company or organization like this is usually used to represent the people who work there.)
(the new york time. Biasanya nama perusahaan atau organisasi seperti ini biasa digunakan untuk mewakili orang-orang yang bekerja di sana.)
Video Material
👇
THANK YOU...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar